(1) CINTA BARU
(tentang Wisam)
Sungguh.......!
Aku tak mengharapkan hadirmu
Aku merasa hidupku telah cukup tanpamu
Aku menganggapmu sebagai cobaan dalam hidup
Tetapi,
Aku tak kuasa menolakmu
Aku tak mampu menghapus keberadaanmu di hidupku
Aku tak bisa memaksamu pergi dariku
Sehingga kini, akan ku terima engkau dengan iklas
Sebagai penyempurna indahnya hidup
Sebagai nikmat dan amanah tak terperi.
Kemarilah,
Biar kurengkuh dan kupeluk engkau
Penuh cinta dan kasihku
Dengan iklas dan sabar slalu
Agar kelak, engkau menjadi kebanggaanku
Menjadi tumpuan hari tuaku
Menjadi pelipur laraku
Menjadi sumber kebahagiaanku
Menjadi cinta dalam hatiku.
Bantul, 23 Juli 2010
(2) KAMBOJA DAN PELANGI PAGI
Pagi belum beranjak saat kau tergesa menghampiriku
Bawakan sepotong bunga dan bertanya kepadaku
”Ibu, bunga
apakah ini?”
Kuterima bunga tanpa tangkai
Kupandang sebentar warna coklat muda
Bentuk yang masih asing, dan baru pertama kulihat
Kucium harumnya merasuk jiwa
”Ini
kamboja”, jawabku
Lalu kau pun tersenyum senang
Membawa kamboja itu kepada bapak dan adik-adikmu
Menebar harum ke seluruh ruang
Sekejap, kepadaku engkau kembali
Bercerita tentang lengkung indah pelangi
Yang kau lihat sepulang dari bukit
Indah warna-warni menyambut mentari setelah
gerimis
Berlari-lari adik-adikmu menuju jalan
Melihat lengkung pelangi yang kau ceritakan
Sambil berebut mencium harum kamboja
Ramai mereka berucap
Mejiku hibiniu.... Mejiku hibiniu
Dedicated to Azhar Falah
Bantul, 24 Desember 2014








0 komentar:
Posting Komentar